Langsung ke konten utama

Never Let You Go

Hari yang sama
Langit yang sama
Tidak…tidak… aku belum bisa
Aku belum bisa membiarkanmu pergi

Aku merindukanmu… Aku merindukanmu
Karena aku merindukanmu

Setia hari… aku sendirian
Dan aku memanggil namamu
Aku memanggil namamu
Maafkian aku… Maafkan aku…

Apa kau dengar hatiku?
Pengakuanku yang terlambat
Apa kau juga mampu mendengarnya?
Aku mencintaimu

Jika kau menangis, aku juga menangis
Jika kau tertawa, aku juga tertawa
Seperti anak kecil
Aku sangat bodoh
Bahkan jika aku memanggil namamu
Kau tak bisa mendengarnya

Cintaku yang buta
Cintaku yang mennyakitkan

Aku panggil namamu,
Tapi kau tak dapat mendengarnya
Kamu satu-satunya,
Tapi kau tak tahu itu
Cintaku pedih
Dan aku tak dapat melupakan itu

Aku terlalu mencintaimu,
Tolong lihat aku
Aku terlalu mencinntaimu,
Tolong datang padaku
Datanglah padaku satu langkah lebih dekat
Aku akan menunggumu

Maafkan aku, karena aku hanya ingin kamu tahu
Aku tak bisa apa-apa  tanpamu
Karena cinta pahit ini
Aku memanggilmu
Dan, Kau tak tahu itu….

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Isn't It???

Bukankah, Banyak yang berharap jawaban dari seseorang? Yang sayangnya, yang diharapkan bahkan tidak mengerti apa pertanyaannya “jadi, jawaban apa yang harus diberikan?” Bukankah, Banyak yang menanti penjelasan dari seseorang? Yang sayangnya, yang dinanti bahkan tidak tahu harus menjelaskan apa “aduh, penjelasan apa yang harus disampaikan?” Bukankah, Banyak yang menunggu, menunggu, dan terus menunggu seseorang Yang sayangnya, hei, yang ditunggu bahkan sama sekali merasa tidak punya janji “kau menungguku? Sejak kapan?”

MTMA to Bau-Bau: Hari Ketiga di Kota Semerbak

Bau-Bau, December 10th, 2015 Pagi harinya, saya terbangun oleh bunyi alarm HP saya. Saya pun langsung bangun shalat subuh. Setelah shalat, saya kembali ke tempat tidur. Bukannya tidur kembali, melainkan saya online. Scrolling IG, check LINE, scrolling Twitter and FB dan sebagainya. Hingga akhirnya, saya kembali tertidur. Saat saya bangun, Sukma sudah bangun dan lagi menikmati view daripada kamar kami. Setelah diajak Kak Erwin turun ke restaurant, dia pun mengajak saya juga untuk ikut turun. Saya pun mengambil jaket, lalu turun. Beruntung, kami mendapatkan menu sarapan kesukaan saya, nasi goreng plus tempe, telur, dan kerupuk. Hmmm,,,itu makanan saya! Saya bersama Sukma langsung makan. Sementara Kak Erwin sibuk menyeduh kopi untuk diminumnya bersama dengan roti. Dia belum makan nasi. Selesai makan, Kak Erwin turun berenang, di pantai di belakang restaurant itu. Saya bersama Sukma hanya melihat-lihat sambil sesekali mengambil foto untuknya yang lagi berenang. Tak lama kemudian, Hal...

MTMA to Bau-Bau: Hari Pertama di Kota Semerbak

Bau-Bau, December 9th, 2015 Pengaruh jetlag membuat kami semua terlelap hingga pagi datang. Hanya kak Selvi dan Sukma yang bangun di subuh hari. Kebetulan Athy dan saya lagi tidak shalat, jadi kami masih asyik tidur hingga jam 7. Sekitar jam 8 pagi, kami semua terbangun kelaparan. Kami menanti sarapan pagi diantarkan ke kamar. Namun hingga jam 9 pagi, sarapan pagi tak kunjung datang. Kami pun bingung, apa sesungguhnya yang terjadi. Mengapa kami tidak mendapat pelayanan sebagaimana pengunjung hotel biasanya? Akhirnya, kami pun sepakat untuk keluar mencari tahu mengapa tidak ada pelayanan dan atau mencari makanan. hehehe!!!