Langsung ke konten utama

From The Bottom of My Broken Heart



 "Never look back", We said

How was I to know I'd miss you so?

Loneliness up ahead, emptiness behind

Where do I go?



And you didn't hear all my joy through my tears

All my hopes through my fears

Did you know?

Still I miss you somehow



From the bottom of my broken heart

There's just a thing or two I'd like you to know

You were my first love, you were my true love

From the first kisses to the very last rose



From the bottom of my broken heart

Even though time may find me somebody new

You were my real love, I never knew love 'till there was you

From the bottom of my broken heart



"Baby," I said, "Please stay"

Give our love a chance for one more day, oh

We could have worked things out

Taking time is what love's all about



But you put a dart

Through my dreams, through my heart

And I'm back where I started again, yeah

Never thought it would end



From the bottom of my broken heart

There's just a thing or two I'd like you to know

You were my first love, you were my true love

From the first kisses to the very last rose



From the bottom of my broken heart

Even though time may find me somebody new

You were my real love, I never knew love 'til there was you

From the bottom of my broken heart



You promised yourself but to somebody else

And you made it so perfectly clear

Still I wish you were here now



From the bottom of my broken heart

There's just a thing or two I'd like you to know

You were my first love, you were my true love

From the first kisses to the very last rose



From the bottom of my broken heart

Even though time may find me somebody new

You were my real love, I never knew love 'til there was you

From the bottom of my broken heart



"Never look back," We said

How was I to know I'd miss you so?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Isn't It???

Bukankah, Banyak yang berharap jawaban dari seseorang? Yang sayangnya, yang diharapkan bahkan tidak mengerti apa pertanyaannya “jadi, jawaban apa yang harus diberikan?” Bukankah, Banyak yang menanti penjelasan dari seseorang? Yang sayangnya, yang dinanti bahkan tidak tahu harus menjelaskan apa “aduh, penjelasan apa yang harus disampaikan?” Bukankah, Banyak yang menunggu, menunggu, dan terus menunggu seseorang Yang sayangnya, hei, yang ditunggu bahkan sama sekali merasa tidak punya janji “kau menungguku? Sejak kapan?”

MTMA to Bau-Bau: Hari Ketiga di Kota Semerbak

Bau-Bau, December 10th, 2015 Pagi harinya, saya terbangun oleh bunyi alarm HP saya. Saya pun langsung bangun shalat subuh. Setelah shalat, saya kembali ke tempat tidur. Bukannya tidur kembali, melainkan saya online. Scrolling IG, check LINE, scrolling Twitter and FB dan sebagainya. Hingga akhirnya, saya kembali tertidur. Saat saya bangun, Sukma sudah bangun dan lagi menikmati view daripada kamar kami. Setelah diajak Kak Erwin turun ke restaurant, dia pun mengajak saya juga untuk ikut turun. Saya pun mengambil jaket, lalu turun. Beruntung, kami mendapatkan menu sarapan kesukaan saya, nasi goreng plus tempe, telur, dan kerupuk. Hmmm,,,itu makanan saya! Saya bersama Sukma langsung makan. Sementara Kak Erwin sibuk menyeduh kopi untuk diminumnya bersama dengan roti. Dia belum makan nasi. Selesai makan, Kak Erwin turun berenang, di pantai di belakang restaurant itu. Saya bersama Sukma hanya melihat-lihat sambil sesekali mengambil foto untuknya yang lagi berenang. Tak lama kemudian, Hal...

Mencintai dan Dicintai

Seorang perempuan mencintai seorang laki-laki. Perasaan cintanya terhadap laki-laki tersebut sama dengan perasaan cinta dari laki-laki lain terhadapnya. Dia tidak bisa membuang perasaan cintanya terhadap laki-laki tersebut. Namun, di sisi lain, dia juga berpikir bahwa laki-laki lain yang mencintainya itu baik hati, dewasa dan juga tampan. Suatu saat, seseorang yang dipercayainya berkata, "Hiduplah dengan orang yang mencinntaimu agar kau bisa memakai bedak setiap hari. Jika kau menikah dann hidup dengan orang yang kamu cintai, jangankan memakai bedak, cuci muka pun kamu tidak akan pernah bisa."