Langsung ke konten utama

Lesson Plan Bahasa Inggris Kelas VIII


Name              : Agussatriana
Class             : Education D
N I M                 : 085204130
Subject        : Drama

LESSON PLAN

1.      Subject                           : English
2.     Class                               : VIII
3.     Level of Student              : Intermediate
4.     Focus of Ability              : Speaking
5.     Focus of Grammar           : Suggestion
6.     Prior Knowledge              : Simple Sentence
7.     Theme/Title                    : Health
8.     Costume                           : Doctor
9.     Display                             : -
10.   Story                               : Narrative

“CHECK UP”

After lunch, Dr. Agussatriana stand by in her room while reading one of her patient medical report. Directly, there is a girl (patient) who stand up near the door greets her. She let her to come and sit down. The girl wants to check up because she feels unwell. At the first, she explains to the doctor about her feeling or indications that have been happened with her lately. Then, the doctor examines her and talks her about her disease. The doctor suggests her to take a rest more and do not work hardly. After that, the doctor gives her a prescription and suggests her to check up again if she doesn’t get well after consume the medicine. And the last, the patient saying good-bye and go out.

11.    Simple Script     :

Patient: (stand up near the door) Good day, doctor.
  Can you spare me a few of minuets?
Doctor : Good day.
             Certainly. Come in and sit down!
             What’s the matter with you?
Patient  : Lately, I feel unwell. My heart often sick directly.
Doctor  : Let me examine you! (the doctor stand up and examine the patient’s chest using    stethoscope)
              There’s a problem with your heart. So that, sometimes it doesn’t work perfectly that make you feel sick directly.
Patient  : What should I do, doc?
Doctor  : You must take a rest more. You shouldn’t do anything hard now.
Patient  : Sure.
Doctor  : (write prescription and give it to her) Here is the prescription.
Patient  : Thank you, doctor.
Doctor  : You are welcome.
              But if your medicine is up and you still unwell, you should come and see me again.
Patient  : Okay, doc.
              See you… (stand up and go out from the doctor room)

                                 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Isn't It???

Bukankah, Banyak yang berharap jawaban dari seseorang? Yang sayangnya, yang diharapkan bahkan tidak mengerti apa pertanyaannya “jadi, jawaban apa yang harus diberikan?” Bukankah, Banyak yang menanti penjelasan dari seseorang? Yang sayangnya, yang dinanti bahkan tidak tahu harus menjelaskan apa “aduh, penjelasan apa yang harus disampaikan?” Bukankah, Banyak yang menunggu, menunggu, dan terus menunggu seseorang Yang sayangnya, hei, yang ditunggu bahkan sama sekali merasa tidak punya janji “kau menungguku? Sejak kapan?”

MTMA to Bau-Bau: Hari Ketiga di Kota Semerbak

Bau-Bau, December 10th, 2015 Pagi harinya, saya terbangun oleh bunyi alarm HP saya. Saya pun langsung bangun shalat subuh. Setelah shalat, saya kembali ke tempat tidur. Bukannya tidur kembali, melainkan saya online. Scrolling IG, check LINE, scrolling Twitter and FB dan sebagainya. Hingga akhirnya, saya kembali tertidur. Saat saya bangun, Sukma sudah bangun dan lagi menikmati view daripada kamar kami. Setelah diajak Kak Erwin turun ke restaurant, dia pun mengajak saya juga untuk ikut turun. Saya pun mengambil jaket, lalu turun. Beruntung, kami mendapatkan menu sarapan kesukaan saya, nasi goreng plus tempe, telur, dan kerupuk. Hmmm,,,itu makanan saya! Saya bersama Sukma langsung makan. Sementara Kak Erwin sibuk menyeduh kopi untuk diminumnya bersama dengan roti. Dia belum makan nasi. Selesai makan, Kak Erwin turun berenang, di pantai di belakang restaurant itu. Saya bersama Sukma hanya melihat-lihat sambil sesekali mengambil foto untuknya yang lagi berenang. Tak lama kemudian, Hal...

Mencintai dan Dicintai

Seorang perempuan mencintai seorang laki-laki. Perasaan cintanya terhadap laki-laki tersebut sama dengan perasaan cinta dari laki-laki lain terhadapnya. Dia tidak bisa membuang perasaan cintanya terhadap laki-laki tersebut. Namun, di sisi lain, dia juga berpikir bahwa laki-laki lain yang mencintainya itu baik hati, dewasa dan juga tampan. Suatu saat, seseorang yang dipercayainya berkata, "Hiduplah dengan orang yang mencinntaimu agar kau bisa memakai bedak setiap hari. Jika kau menikah dann hidup dengan orang yang kamu cintai, jangankan memakai bedak, cuci muka pun kamu tidak akan pernah bisa."