Langsung ke konten utama

Happiness of March

March.

It has been a year, I've been a lecturer at one of the university in Makassar. I've experienced many things 'bout lecturer life, especially as YOUNG lecturer. Being a lecturer is different with being a teacher. As a lecturer, we have to not only teach, but also conduct a research and do public service.There are also other activities such as regular meeting, general lecture, seminar, etc. And, we're expected to attend or being a participant of the events.

For every week, I come to campus twice a week, mostly. But, for those two days, I usually stay all day long at campus. At campus, there's a room for us as a lecturer, so I can use it as break-time spot. I don't have to go anywhere, anymore. In sum, lecturer life is not as busy as other professions.

So far, I enjoy the profession.

There's only one thing that I always feel sorry about. It concern with "money".

Honestly, everytime I'm asked about 'how much salary I get fo' being a lecturer'. I can't answer it directly. Why??? Because it's something that I never imagine and can't state. Not also about "How Much?", but also about "How Often?"

That's the problem! My problem,,,,exactly!

When it cross in my mind, sometimes I feel sad, shy and vain. Seems like I'm just an unemployment and have no capability to this profession. But, later....I think, I have to be patient. Maybe It's still not the time fo' me to get it. Maybe I'm still expected to struggle more and more.

And, Alhamdulillah!

It's TRUE!

You'll get it in the best time.

And, this month is the time.

At March 10, 2017. I got the invitation to come to sign as Fixed-Lecturer four days later. I signed at March 14. In the early morning of the day, I dropped by to BSM to make a new Bank Account as payment account. Next, it's collected in the university treasurer. 

After waitin' for about two weeks, we're at the end of the month. Unexpectedly, I got message notification from BSM Center that informed that I've got debit in my account. I saw it after one of my friends asked me to check my mobile phone. And, YES. I got it!

ALHAMDULILLAH......!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MTMA to Bau-Bau: Hari Ketiga di Kota Semerbak

Bau-Bau, December 10th, 2015 Pagi harinya, saya terbangun oleh bunyi alarm HP saya. Saya pun langsung bangun shalat subuh. Setelah shalat, saya kembali ke tempat tidur. Bukannya tidur kembali, melainkan saya online. Scrolling IG, check LINE, scrolling Twitter and FB dan sebagainya. Hingga akhirnya, saya kembali tertidur. Saat saya bangun, Sukma sudah bangun dan lagi menikmati view daripada kamar kami. Setelah diajak Kak Erwin turun ke restaurant, dia pun mengajak saya juga untuk ikut turun. Saya pun mengambil jaket, lalu turun. Beruntung, kami mendapatkan menu sarapan kesukaan saya, nasi goreng plus tempe, telur, dan kerupuk. Hmmm,,,itu makanan saya! Saya bersama Sukma langsung makan. Sementara Kak Erwin sibuk menyeduh kopi untuk diminumnya bersama dengan roti. Dia belum makan nasi. Selesai makan, Kak Erwin turun berenang, di pantai di belakang restaurant itu. Saya bersama Sukma hanya melihat-lihat sambil sesekali mengambil foto untuknya yang lagi berenang. Tak lama kemudian, Hal...

MTMA to Bau-Bau: Hari Pertama di Kota Semerbak

Bau-Bau, December 9th, 2015 Pengaruh jetlag membuat kami semua terlelap hingga pagi datang. Hanya kak Selvi dan Sukma yang bangun di subuh hari. Kebetulan Athy dan saya lagi tidak shalat, jadi kami masih asyik tidur hingga jam 7. Sekitar jam 8 pagi, kami semua terbangun kelaparan. Kami menanti sarapan pagi diantarkan ke kamar. Namun hingga jam 9 pagi, sarapan pagi tak kunjung datang. Kami pun bingung, apa sesungguhnya yang terjadi. Mengapa kami tidak mendapat pelayanan sebagaimana pengunjung hotel biasanya? Akhirnya, kami pun sepakat untuk keluar mencari tahu mengapa tidak ada pelayanan dan atau mencari makanan. hehehe!!!

Saturday: Meet-Up with Saree

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Bersamaan dengan terbitnya Matahari di ufuk timur, saya meninggalkan rumah menuju kawasan Pantai Losari. Hari ini, setelah sekian lama, akhirnya saya bisa kembali merasakan sejuknya pagi hari. Lalu lintas lancar dan tanpa macet ataupun ngetam (singgah menunggu penumpang). Tepat jam 7, saya turun di perapatan Jl.Haji Bau dan jalan-jalan sampai di kawasan pantai. Sambil jalan, saya menghubungi Saree, teman yang saya ajak janjian ketemu di Pantai Losari. Namun, entah karena alasan apa, dia tidak menelpon balik ataupun membalas SMS saya. Hingga lima belas menit kemudian, saya tiba di depan Mesjid Terapung Amirul Mukminin.