Langsung ke konten utama

Saat "Tak Ada"

Assalamualaikum wr. wb.

Harus ku akui kalau hidup ini memang penuh dengan misteri

Tidak selamanya bahagia
Tidak selamanya lancar
Tidak selamanya memiliki
Tidak selamanya ada

Selama ini saya tahu kalau itu semua benar
Namun, saya selalu berusa berpikir ''positif''
Saya tidak pernah berpikir kalau saya akan ada di titik itu
Kini,,,saya  menyadarinya
Saya ada dan sampai di titik itu


Rasanya "berat" dan "sulit"
Rasanya "air mata" ini tak terbendung lagi
Rasanya "tak sanggup"

Di saat mereka berkata "tidak ada"
Di saat mereka berkata "tunggu"
Di saat mereka berkata "sabar"

Mulut seakan terkunci,,,,Tidak tahu harus mengatakan apa

Dengan menahan nafas dan air mata
Saya berkata "yaaa,,,"; "jadi,,,"; "bagaimanami,,,," :'(

Ya ALLAH,,,
Sesungguhnya, apa yang saya alami
Dan, dimana saya saat ini
Tidak terlepas dari KuasaMu

Tiada hal lain yang bisa lakukan
Selain, mengembalikan semuanya KepadaMu

Kuatkan Hamba,,,,Yaa,,,ALLAH,,,
Saya percaya dan yakin
Jikalau Engkau takkan menguji hambaMu di luar kemampuannya

***


Salam Santun,,,,Love You as Always
IR188

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MTMA to Bau-Bau: Hari Ketiga di Kota Semerbak

Bau-Bau, December 10th, 2015 Pagi harinya, saya terbangun oleh bunyi alarm HP saya. Saya pun langsung bangun shalat subuh. Setelah shalat, saya kembali ke tempat tidur. Bukannya tidur kembali, melainkan saya online. Scrolling IG, check LINE, scrolling Twitter and FB dan sebagainya. Hingga akhirnya, saya kembali tertidur. Saat saya bangun, Sukma sudah bangun dan lagi menikmati view daripada kamar kami. Setelah diajak Kak Erwin turun ke restaurant, dia pun mengajak saya juga untuk ikut turun. Saya pun mengambil jaket, lalu turun. Beruntung, kami mendapatkan menu sarapan kesukaan saya, nasi goreng plus tempe, telur, dan kerupuk. Hmmm,,,itu makanan saya! Saya bersama Sukma langsung makan. Sementara Kak Erwin sibuk menyeduh kopi untuk diminumnya bersama dengan roti. Dia belum makan nasi. Selesai makan, Kak Erwin turun berenang, di pantai di belakang restaurant itu. Saya bersama Sukma hanya melihat-lihat sambil sesekali mengambil foto untuknya yang lagi berenang. Tak lama kemudian, Hal...

MTMA to Bau-Bau: Hari Pertama di Kota Semerbak

Bau-Bau, December 9th, 2015 Pengaruh jetlag membuat kami semua terlelap hingga pagi datang. Hanya kak Selvi dan Sukma yang bangun di subuh hari. Kebetulan Athy dan saya lagi tidak shalat, jadi kami masih asyik tidur hingga jam 7. Sekitar jam 8 pagi, kami semua terbangun kelaparan. Kami menanti sarapan pagi diantarkan ke kamar. Namun hingga jam 9 pagi, sarapan pagi tak kunjung datang. Kami pun bingung, apa sesungguhnya yang terjadi. Mengapa kami tidak mendapat pelayanan sebagaimana pengunjung hotel biasanya? Akhirnya, kami pun sepakat untuk keluar mencari tahu mengapa tidak ada pelayanan dan atau mencari makanan. hehehe!!!

Café Tales: Comforting Solace in Red Corner

Hello guys! Long time no see, what's life? Wish y' all great.... Since the beginning of the last semester, I've been kinda workaholic girl. Threre're so many jobs that I'm in charge in at campus except lecturing, such as being a supervisor in Field Experience Program, a speaker in Pesantren Arbain and students organization, a committee of final test and so on. Even now, Sunday feels like Monday for me.  That's why, Dealin' with this freakin' busy life, I need a healer. And, the best one is cafe hopping.  Well, since the city I live in has so many cafes, I do adore cafe hopping. I definitely can’t wait the moment to popping into a café if I see d’ new one is opening. There're still many great one out there I've not visited yet. After doin’ quick surf on the net during break time in my weekday, I’ve got some on my mind to pop in. So without twice think, I directly decided to head to the bright one, “Red Corner Cafe.” Alth...