Langsung ke konten utama

Di Balik Semester Enam


Semester VI……Dua langkah laGy Kan Kugapa punCakNya…..
ketiKa oRang berTanya, “Sdah sMester BeraPa?”….
Dengan banggaNya saya menjawab,”Semester VI.”
Saya yakin orang yang bertanya kepada saya tersebut bangga dan senang denngan jawaban saya….pasti mereka berpikir sebentar lagi akan meraih gelar sarjana….
Hal itu BENAR…..SANGAT benar….!!!!



Berada di tingkat ini, tentu saja membuat saya senang karena itu artinya saya mampu dan telah berhasil melewati step demi step dalam dunia KAMPUS….

***ALHAMDULILLAH***


Namun, di sisi lain mereka tak tahu kalau di semester ini juga  lah terkadang seorang  mahasiswa mengalami tekanan dan depresi…..Kenapa????

Di saat-saat inilah, para mahasiswa sibuk dengan segala  macam permasalahan dan kesibukan, utamanya dalam hal akademik dan administrasi lain….di tambah lagi permasalahan lain yang bersifat social dan pribadi tentunya……

Hal ini pun terjadi pada diri saya…..
Saya benar-benar capek….sepertinya disinilah letak pengornan saya demi memperoleh secercah ilmu pengetahuan dan gelar SARJANA….waktu, tenaga, materi, dan pikiran semuanya terkuras di semester ini….
Belum lagi masalah pribadi yang terkadang membuat saya ngak bisa konsen pada kuliah saya….Benar-benar mengganggu….!!!!


NAMUNN…………


Terlepas dari semua itu, saya yakin Tuhan akan pasti akan memberikan petunjuk dan pertologan kepada hambaNya yang membutuhkan….
Jadi, saya berusaha untuk tidak selalu mengeluh….
Saya berusaha untuk menghadapinya dengan HATI yang lapang dan tetap tawakal kepadaNya….
Saya yakin akan Rahmat dan HidayahNya….!!!!!




***TETAP SEMANGAT***

Komentar

  1. spertinya stiap hal yg dijalani itu memiliki tingkat (ksulitan, kmudahan, kesenangan, kejenuhan) yg berbeda....

    takut heheheeeyy.. (ku-a ingin berbagi) tp bleh gak yah...

    to be continue...

    BalasHapus
  2. Ήέέ •• Ήέέ •• Ήέέ ••

    Iyya k...itulah Yªήğ membuat warna dalam hidup kita Sɐмυɑ ....

    Sorry...lama baru komen balik...ЪƘ pernah cek postingan trdahulu mslahx k...:-)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Isn't It???

Bukankah, Banyak yang berharap jawaban dari seseorang? Yang sayangnya, yang diharapkan bahkan tidak mengerti apa pertanyaannya “jadi, jawaban apa yang harus diberikan?” Bukankah, Banyak yang menanti penjelasan dari seseorang? Yang sayangnya, yang dinanti bahkan tidak tahu harus menjelaskan apa “aduh, penjelasan apa yang harus disampaikan?” Bukankah, Banyak yang menunggu, menunggu, dan terus menunggu seseorang Yang sayangnya, hei, yang ditunggu bahkan sama sekali merasa tidak punya janji “kau menungguku? Sejak kapan?”

MTMA to Bau-Bau: Hari Ketiga di Kota Semerbak

Bau-Bau, December 10th, 2015 Pagi harinya, saya terbangun oleh bunyi alarm HP saya. Saya pun langsung bangun shalat subuh. Setelah shalat, saya kembali ke tempat tidur. Bukannya tidur kembali, melainkan saya online. Scrolling IG, check LINE, scrolling Twitter and FB dan sebagainya. Hingga akhirnya, saya kembali tertidur. Saat saya bangun, Sukma sudah bangun dan lagi menikmati view daripada kamar kami. Setelah diajak Kak Erwin turun ke restaurant, dia pun mengajak saya juga untuk ikut turun. Saya pun mengambil jaket, lalu turun. Beruntung, kami mendapatkan menu sarapan kesukaan saya, nasi goreng plus tempe, telur, dan kerupuk. Hmmm,,,itu makanan saya! Saya bersama Sukma langsung makan. Sementara Kak Erwin sibuk menyeduh kopi untuk diminumnya bersama dengan roti. Dia belum makan nasi. Selesai makan, Kak Erwin turun berenang, di pantai di belakang restaurant itu. Saya bersama Sukma hanya melihat-lihat sambil sesekali mengambil foto untuknya yang lagi berenang. Tak lama kemudian, Hal...

Mencintai dan Dicintai

Seorang perempuan mencintai seorang laki-laki. Perasaan cintanya terhadap laki-laki tersebut sama dengan perasaan cinta dari laki-laki lain terhadapnya. Dia tidak bisa membuang perasaan cintanya terhadap laki-laki tersebut. Namun, di sisi lain, dia juga berpikir bahwa laki-laki lain yang mencintainya itu baik hati, dewasa dan juga tampan. Suatu saat, seseorang yang dipercayainya berkata, "Hiduplah dengan orang yang mencinntaimu agar kau bisa memakai bedak setiap hari. Jika kau menikah dann hidup dengan orang yang kamu cintai, jangankan memakai bedak, cuci muka pun kamu tidak akan pernah bisa."