Langsung ke konten utama

Ku Bukan HambaMu Yang Kuat


Di depan orang-orang
Ku bisa tersenyum
Akan tetapi
Di saat sendiri seperti ini
Air mata ini jatuh bercucuran
Menangisi segala usahaku
Yang hingga saat ini
Belum membuahkan hasil

Tuhan…
Sungguh ku bukanlah
Hamba-Mu yang kuat
Ku hanya lah seorang hamba
Yang sangat lemah
Tapi..
Mengapa kau berikan semua ini kepadaKu??

Tuhan…
Tiap hari ku tak bisa makan
Dengan enak
Tiap malam ku tak bisa tidur
Dengan tenang dan nyenyak


Terkadang terbersit
Dalam benak ini
Jikalau semua ini
Pasti akan ada ujungnya
Pasti akan indah  pada waktunya
Te…ta…pi…
Kapan ujung itu akan terlihat?
Kapan perjuangan ini berakhir?
Kapan kah waktu itu tibaaaa…????

Tuhan…
Tenaga…pikiran…waktu…materi…
Telah ku kuras
Habis-habisan
Mohon tujukkanlah
Titik terangMu…
Serta KuasaMu…!!!

Di sis lain
Fakta yang menyakitkan
Kembali mengganggu
Pikiran ini
Dengan hobby membacaku
Ku harus mengetahui hal-hal
Tentangnya
Sungguh…
Sakit yang tiada terkira
Kini telah menjalar di tubuhKu
Bagaimana ku harus menyikapi semua ini
Harus kah ku tetap bertahan???
Atau…
Ku harus berlari menjauh???
Ku tak tahuuu….

Tuhan…
Maafkan hambaMu
Yang selalu mengeluh ini
Sungguh…
Ku merasa tak kuat lagi

Tuhan…Ku memohon dengan penuh harap…
Beri hamba kekuatan
Atas segala cobaanMu…
Beri hamba petunjuk
Untuk tetap dan terus berjalan
Di jalan terjal dan penuh rintangan ini…
Beri hamba kesabaran dan keikhlasan
Untuk menerima semua takdirMu…
BTP_10 July 2012 (5.19 p.m.)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Isn't It???

Bukankah, Banyak yang berharap jawaban dari seseorang? Yang sayangnya, yang diharapkan bahkan tidak mengerti apa pertanyaannya “jadi, jawaban apa yang harus diberikan?” Bukankah, Banyak yang menanti penjelasan dari seseorang? Yang sayangnya, yang dinanti bahkan tidak tahu harus menjelaskan apa “aduh, penjelasan apa yang harus disampaikan?” Bukankah, Banyak yang menunggu, menunggu, dan terus menunggu seseorang Yang sayangnya, hei, yang ditunggu bahkan sama sekali merasa tidak punya janji “kau menungguku? Sejak kapan?”

MTMA to Bau-Bau: Hari Ketiga di Kota Semerbak

Bau-Bau, December 10th, 2015 Pagi harinya, saya terbangun oleh bunyi alarm HP saya. Saya pun langsung bangun shalat subuh. Setelah shalat, saya kembali ke tempat tidur. Bukannya tidur kembali, melainkan saya online. Scrolling IG, check LINE, scrolling Twitter and FB dan sebagainya. Hingga akhirnya, saya kembali tertidur. Saat saya bangun, Sukma sudah bangun dan lagi menikmati view daripada kamar kami. Setelah diajak Kak Erwin turun ke restaurant, dia pun mengajak saya juga untuk ikut turun. Saya pun mengambil jaket, lalu turun. Beruntung, kami mendapatkan menu sarapan kesukaan saya, nasi goreng plus tempe, telur, dan kerupuk. Hmmm,,,itu makanan saya! Saya bersama Sukma langsung makan. Sementara Kak Erwin sibuk menyeduh kopi untuk diminumnya bersama dengan roti. Dia belum makan nasi. Selesai makan, Kak Erwin turun berenang, di pantai di belakang restaurant itu. Saya bersama Sukma hanya melihat-lihat sambil sesekali mengambil foto untuknya yang lagi berenang. Tak lama kemudian, Hal...

Mencintai dan Dicintai

Seorang perempuan mencintai seorang laki-laki. Perasaan cintanya terhadap laki-laki tersebut sama dengan perasaan cinta dari laki-laki lain terhadapnya. Dia tidak bisa membuang perasaan cintanya terhadap laki-laki tersebut. Namun, di sisi lain, dia juga berpikir bahwa laki-laki lain yang mencintainya itu baik hati, dewasa dan juga tampan. Suatu saat, seseorang yang dipercayainya berkata, "Hiduplah dengan orang yang mencinntaimu agar kau bisa memakai bedak setiap hari. Jika kau menikah dann hidup dengan orang yang kamu cintai, jangankan memakai bedak, cuci muka pun kamu tidak akan pernah bisa."