Langsung ke konten utama

Air Mata

Kesatria sebelum cahaya
Kuratapi kisahku dengan air mata
Kurenungi kisah kita dengan tangis senduh
Hati ini terlalu sakit karena cintamu

Serpihan demi serpihan luka kurasa

Kepingan demi kepingan tentang kita kuingat
Semakhn kukenang semakin hancur hati ini
Tapi mengapa sampai sekarang aku masih bisa mencintaimu


Pilur bilur luka meleleh

Harapan cinta mengental
Mencoba memedaki tangis
Dan menghapus air mata di pipi
Mengapa luka ini membuatku makin cinta

Kapankah air mata ini menjadi air mata yang bening

Dan tak keruh
Kapan kah derai tangisku terhenti menjadi setetes
Dan terakhir

Harusnya tak perlu aku tangisi

Harusnya aku kuat
Harusnya tak perlu kupertaruhkan air mata ini
Hanya demi suatu kenangan
Dan masa yang telah pergi
Tapi mengapa
Mengapa sampai sekarang aku tak bisa melupakannya
Mengapa terus jatuh dan menumpah air mata yang perihkan hati ini

Hatiku kini menjadi perasa

Terlalu banyak dan berderai
Terlalu lama menetes
Dan terus menumpah

Aku sendiri

Bersama keluh kesahku
Yang tenggelam oleh suara tangisku
Bersama serpihan hati
Yang akan kubawa
Sampai. . .aku. .mati. . . .

                                                                                                                     By: Pecinta Yang Terabaikan

Komentar